Tanggal : 2026-05-13
Artikel

Tips Susun dan Tulis Latar Belakang Penelitian, Proposal Skripsi Oleh : Ismail Nurdin Tim Pembimbing Skripsi Praja IPDN

Diposting pada 25 September 2024


IPDN, ipdn, Rektor IPDN Hadiri Pelaksanaan Yudisium  45 Orang Lulusan Program Profesi Kepamongprajaan

Tips Menyusun dan Menulis Proposal Penelitian Skripsi

Latar Belakang: Menjelaskan Fenomena, Masalah, dan Urgensi Penelitian

Latar belakang adalah bagian pertama dalam Bab I skripsi, dan bagian ini sangat penting karena memberikan pengantar kepada pembaca tentang topik yang akan diteliti. Di sini, mahasiswa perlu menjelaskan fenomena yang diamati, masalah yang muncul dari fenomena tersebut, serta mengapa penelitian itu mendesak untuk dilakukan. Jika latar belakang ditulis dengan baik, pembaca akan merasa tertarik, paham mengapa penelitian ini penting, dan melihat relevansinya dengan kebutuhan ilmiah maupun praktis.

 

Berikut adalah empat elemen utama yang wajib ada dalam latar belakang:

  1. Fenomena

   Fenomena adalah gambaran dari situasi nyata yang terjadi di lapangan dan terkait dengan topik penelitian. Mahasiswa harus bisa menjelaskan fenomena ini secara jelas, sehingga pembaca dapat memahami konteks yang menjadi dasar penelitian. Biasanya, fenomena ini diambil dari kejadian seharihari, tren, atau masalah yang muncul di masyarakat atau di sektor yang relevan.

   Contoh Penjelasan Fenomena:

   "Seiring perkembangan teknologi, banyak pemerintah di dunia, termasuk Indonesia, mulai menggunakan sistem egovernment untuk memperbaiki layanan publik. Egovernment diharapkan bisa mempermudah akses layanan pemerintah, meningkatkan transparansi, dan mempercepat proses administrasi."

 

  1. Masalah

   Setelah fenomena dijelaskan, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi masalah yang timbul dari fenomena tersebut. Masalah ini bisa berupa kesenjangan antara harapan dan kenyataan, hambatan, atau kendala yang muncul dalam penerapan fenomena tersebut. Penjelasan masalah harus jelas agar pembaca memahami alasan mengapa penelitian ini perlu dilakukan.

 

   Contoh Penjelasan Masalah:

   "Meskipun egovernment sudah diterapkan, banyak pemerintah daerah masih mengalami kesulitan dalam mengoperasikannya. Menurut Kementerian Dalam Negeri, sekitar 40% pemerintah daerah di Indonesia belum mampu menggunakan teknologi ini dengan efektif, terutama karena kurangnya infrastruktur dan keterbatasan sumber daya manusia."

 

  1. Teori atau Konsep yang Relevan

   Dalam latar belakang, Anda bisa menyebutkan teori atau konsep yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Penjelasan teori tidak perlu mendetail seperti di Bab II (Landasan Teori), cukup singgung secara singkat untuk memberi pembaca konteks teoretis.

   Contoh Penjelasan Teori:

   "Konsep Smart Governance menunjukkan bahwa teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pemerintahan (Indrajit, 2016). Namun, adopsi teknologi ini di pemerintahan daerah sering mengalami tantangan besar dalam hal infrastruktur dan keterampilan sumber daya manusia."

 

  1. Urgensi Penelitian

   Urgensi menjelaskan mengapa penelitian ini penting dan harus dilakukan sekarang. Anda harus menjelaskan dampak yang mungkin timbul jika masalah tidak diselesaikan dan bagaimana penelitian ini dapat memberikan solusi. Gunakan data pendukung atau tren untuk memperkuat urgensi.

   Contoh Penjelasan Urgensi:

   "Jika masalah ini tidak segera diatasi, implementasi egovernment di daerah akan terus terhambat, yang bisa memperlambat layanan publik dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk menemukan solusi berbasis teknologi yang bisa diterapkan untuk memperbaiki situasi tersebut."

 

 Tips Menulis Latar Belakang yang Efektif:

  1. Mulai dengan Gambaran Umum: Awali dengan penjelasan umum mengenai topik sebelum masuk ke permasalahan spesifik yang ingin diteliti.
  2. Gunakan Data dan Fakta: Sertakan data aktual, laporan resmi, atau hasil penelitian lain yang mendukung argumen Anda, agar penelitian Anda terlihat relevan dan berbobot. Hindari menyampaikan opini tanpa bukti yang jelas.
  3. Jelaskan Kesenjangan Penelitian: Tunjukkan celah atau masalah yang belum terselesaikan dalam penelitian sebelumnya, sehingga penelitian Anda memiliki tujuan yang jelas untuk mengisi kekosongan tersebut, ungkap teori terkait walau belum mendalam sebagai solusi atas kesenjangan tersebut.
  4. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Logis: Tulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan alur logis yang terstruktur, agar pembaca dapat mengikuti argumen Anda dengan mudah. Hindari istilah yang terlalu teknis jika tidak perlu.

 

 Penutup

Menulis latar belakang penelitian dengan baik adalah langkah awal yang sangat penting dalam menyusun skripsi. Latar belakang yang baik akan membantu pembaca memahami fenomena, masalah, dan urgensi penelitian dengan jelas. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun latar belakang yang kuat, sehingga penelitian mereka memiliki dasar yang kokoh dan relevan.

 


Pencarian Berita


Kategori Berita

Artikel
Berita
Keluarga
Materi pembelajaran